Fakta Menarik Seputar Profil Irfan Bachdim

Profil Irfan Bachdim

Dalam kancah dunia sepak bola Indonesia, Irfan Bachdim telah menjelma sebagai salah satu gelandang kebanggaan Indonesia. Ia mulai dikenal di Indonesia usai menyumbangkan gol untuk Timnas pada piala AFF 2010. Jago menggocek bola dan berwajah yang tampan sosoknya pun menjadi idola, berikut adalah dari profil Irfan Bachdim yang patut untuk disimak!

Berdarah Campuran

Sudah bukan rahasia lagi, jika Irfan Bachdim merupakan salah satu pemain Indonesia yang memiliki darah campuran. Akibat hal ini, Irfan Bachdim sempat diisukan sebagai pemain naturalisasi saat pertama kali bermain untuk Timnas senior Indonesia pada tahun 2010. Padahal, dari sejak awal Irfan Bachdim memang merupakan warga negara Indonesia.

Irfan Bachdim dilahirkan di Amsterdam, Belanda pada 11 Agustus 1988. Ayahnya merupakan warga negara Indonesia, sedangkan ibunya, merupakan warga negara Belanda. Ia menghabiskan sebagian besar masa kecil hingga remajanya di Belanda dan baru kembali ke Indonesia saat umurnya 22 tahun.

Dibesarkan Dari Keluarga Pecinta Sepak bola

Sepak bola bukanlah hal yang asing bagi Irfan Bachdim sejak kecil, Ia dibesarkan dari keluarga yang sangat mencintai olahraga sepakbola. Ayahnya, Noval Bachdim pernah aktif sebagai pemain sepak bola dan bermain untuk klub PS Fajar Lawang pada era 80-an. PS Fajar Lawang merupakan anggota dari kompetisi internal Persekam Malang.

Bukan hanya sang ayah, kakek Irfan Bachdim yang bernama Ali Bachdim juga merupakan mantan pemain sepakbola. Kakek Irfan Bachdim merupakan seorang purnawirawan Angkatan Laut yang bermain untuk klub PSAD Jakarta dan Persema Malang.

Pernah “Merumput” di Belanda

Sebelum resmi bermain untuk Timnas Indonesia, Irfan ternyata telah lebih dulu berkarir sebagai pemain sepak bola di Belanda. Irfan pernah mengikuti pelatihan di akademi sepak bola Ajax Amsterdam dalam kurun waktu tiga tahun. Setelah itu, Irfan pun bergabung bersama SV Argon dan memiliki julukan sebagai gelandang dengan pencetak gol terbanyak.

Kemampuannya yang mumpuni saat menggocek bola, membuat Irfan pun dilirik oleh akademi klub bola lainnya. Ia pernah direkrut oleh tim pencari bakat FC Utrecht dan menandatangani kontrak untuk bermain bersama tim junior FC Utrecht. Tak hanya bermain untuk tim junior, Irfan juga menjadi pemain cadangan untuk tim senior FC Utrecht.

Karir di Indonesia

Setelah bermain di klub Utrecht junior, Irfan memutuskan untuk pindah ke HFC Haarlem pada tahun 2009. Tak kunjung mengalami peningkatan karir, Irfan pun mengikuti seleksi yang diselenggarakan oleh Persib Bandung dan Persija Jakarta namun gagal. Pada Agustus 2010, Irfan pun direkrut untuk bermain di Persema Malang dengan posisi sebagai gelandang.

Profil Irfan Bachdim sebagai gelandang sepak bola pun semakin diakui, tatkala ia berhasil menembus jajaran pemain Timnas Indonesia. Ia ditunjuk oleh Alfred Riedl, pelatih Timnas untuk bermain dalam Timnas senior Indonesia di ajang Piala AFF 2010. Ia tampil cemerlang dalam laga tersebut dan berhasil menyumbangkan beberapa gol bagi Timnas Indonesia.

Kehidupan Pribadi

Tak hanya karir sepak bolanya saja yang menarik untuk diikuti, kehidupan pribadi dari Irfan Bachdim juga sangat menarik. Ia memiliki kisah yang berliku bersama dengan istrinya, Jennifer Jasmin Kurniawan atau lebih dikenal dengan nama Jennifer Bachdim. Jennifer, merupakan seorang model keturunan Jerman dan Tionghoa yang kini menetap dan berkarir di Indonesia.

Berawal dari perkenalan mereka di Facebook, kedua sejoli ini menjalin hubungan sejak tahun 2009. Jennifer merupakan kakak kandung dari Kim Jeffrey Kurniawan yang merupakan teman satu tim Irfan saat bermain di Persema Malang. Irfan dan Jennifer menikah di Jerman pada tahun 2011 dan kini telah memiliki tiga orang anak.

Itulah dia tadi, pembasahan singkat dari profil Irfan Bachdim yang menarik untuk disimak. Perjalanan karir dan kehidupan pribadi Irfan Bachdim memang sangat berliku untuk sampai ke posisinya yang sekarang. Namun meski begitu, ia tak pernah patah semangat dan selalu mampu menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang disekitarnya.

 

 

Daftar Pemain Terbaik Dunia FIFA dengan Gelar Lebih Dari Sekali

Pemain Terbaik Dunia FIFA

Sebagai organisasi sepak bola terbesar di dunia, FIFA selalu rutin mengeluarkan daftar pemain terbaik yang dinilai berdasarkan poin. Seluruh pemain berbakat di dunia pun akan dinilai dengan seksama untuk mendapatkan gelar tersebut.  Dari Christiano Ronaldo sampai Leonel Messi, berikut adalah daftar pemain yang berhasil meraih gelar pemain terbaik dunia FIFA:

1. Leonel Messi

Leonel Andres Messi lahir di Rosario, Argentina pada 24 Juni 1987. Ia telah bermain bersama Barcelona sejak tahun 2004 sampai sekarang. Pemain berpostur 169 cm ini, telah berhasil menghantarkan El Barca menjuarai La Liga pada musim pertamanya bergabung di klub tersebut.

Tercatat, Leonel Messi telah mendapatkan gelar sebagai pemain terbaik dunia FIFA sebanyak 6 kali. Gelar tersebut didapatkannya pertamakali pada tahun 2009, lalu secara berturut-turut ia pun terus memenangkannya sampai tahun 2012. Terakhir, Messi juga berhasil mendapatkan gelar tersebut pada tahun 2019 lalu.

2. Christiano Ronaldo

Penyerang yang kini bermain bersama Juventus ini, merupakan pemain yang sering masuk sebagai daftar pemain terbaik FIFA. Ia pertamakali masuk dalam daftar tersebut pada tahun 2008 saat masih bermain bersama Manchester United. Karirnya pun kian menanjak sejak saat itu, sehingga membuatnya banyak dilirik oleh klub-klub besar lainnya.

Sejak mendapatkan gelar pertamanya di tahun 2008, Christiano kembali meraihnya secara acak di tahun 2013, 2014, 2016 dan 2017. Total, Christiano telah mendapatkan gelar ini sebanyak 5 kali. Bersaing ketat dengan posisi Leonel Messi yang berhasil meraihnya sebanyak 6 kali.

3. Zinedine Zidane

Bernama lengkap Zinedine Yazid Zidane, ia memulai karirnya sebagai pesepak bola dengan bermain di klub As Cannes. Selain bersama dengan AS Cannes, Zidane juga pernah bermain bersama Bordeaux, Juventus dan juga Real Madrid. Di puncak karirnya, ia pernah menjadi pemain bola dengan nilai transfer termahal, pada musim 2001-2002.

Zidane pensiun sebagai pemain bola pada tahun 2006, usai bermain bersama Timnas Perancis dalam laga Piala Dunia 2006. Zidane telah meraih gelar sebagai pemain terbaik dunia FIFA sebanyak 3 kali, yakni pada tahun 1998, 2000 dan 2003. Kini, Zidane masih aktif di dunia sepak bola dengan menjadi pelatih dari klub Real Madrid.

4. Ronaldo Luiz Nazario

Lahir di Rio De Jeneiro, Brazil Ronaldo Luiz Nazario merupakan salah satu legenda sepak bola dunia yang banyak dikagumi. Awal karir Ronaldo dimulai saat ia memperkuat tim Cruzeiro pada tahun 1993. Pada musim pertamanya, Ronaldo berhasil menyumbangkan 12 gol dan membuat klub tersebut pun memenangi piala Copa do Brazil.

Lepas dari Cruzeiro, Ronaldo lalu bermain bersama klub asal Belanda PSV Eindhoven. Di klub ini, Ronaldo pun tampil cemerlang dan berhasil mengantongi 30 gol di musim pertamanya. Ronaldo mendapatkan gelar pemain terbaik secara berturut-turut pada tahun 1996 dan 1997, lalu kemudian mendapatkannya lagi di tahun 2002.

5. Ronaldinho

Dalam bahasa Brazil, Ronaldinho memiliki arti Ronaldo kecil. Nama tersebut didapatkannya karena selalu menjadi pemain termuda dan berpostur tubuh paling kecil saat bermain di lapangan. Ia memiliki nama asli Ronaldo de Assis Moreira dan dilahirkan di Porto Alegre, Brazil pada 21 Maret 1980.

Ronadinho terkenal karena kemampuannya dalam trik dribbling, blind passing dan tendangan bebasnya yang akurat. Ronaldo dua kali menerima gelar sebagai pemain terbaik FIFA pada 2004 dan 2005. Ronaldinho juga pernah meraih gelar Balloon d’Or pada tahun 2005 dan pernah pula menjadi pemain dengan penghasilan tertinggi dimasanya.

Itulah dia tadi, beberapa nama pesepak bola dunia yag berhasi meraih gelar pemain terbaik dunia FIFA lebih dari sekali. Totalitas dan tekad mereka yang kuatlah, membuat mereka meraih gelar tersebut, salut!

 

Pemain Sepak Bola Muda Terbaik Yang Dimiliki Bangsa Indonesia

Pemain Sepak Bola Muda Terbaik

Generasi muda bangsa Indonesia pada saat ini semakin kreatif dan banyak karyanya. Salah satu prestasi membanggakan berasal dari olahraga sepak bola. Melalui olahraga tersebut, Indonesia semakin dikenal banyak masyarakat di seluruh dunia. Oleh karena itu, dibawah ini akan dibahas pemain sepak bola muda terbaik milik bangsa Indonesia.

1. Asnawi Bahar

Asnawi Bahar merupakan salah satu pemain sepak bola muda terbaik yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Dirinya menjadi pemain belakang yang handal dan menjadikannya sebagai sisi pertahanan timnas Indonesia. Melalui prestasinya itu, dirinya bisa mendapatkan bayaran transfer mencapai kurang lebih 3 miliar an.

Selain itu, Asmawi telah mengabdikan dirinya di timnas Indonesia dan berhasil bermain baik selama 18 kali pertandingan. Asmawi sendiri masuk ke dalam timnas U-23 dan usianya masih sangat mudah yakni 20 tahun. Bahkan, pemain mudah berbakat tersebut bisa lolos seleksi masuk ke dalam timnas Senior.

2. Saddil Ramdani

Pemain bernama Saddil Ramdani ini masih tergolong sangat mudah yakni berusia 22 tahun. Namun, kemampuannya dalam bermain bola mampu memasukkan dirinya untuk bergabung dengan pemain senior. Ramdani sendiri bermain sebagai seorang gelandang dan selalu menampilkan performa terbaiknya saat bertanding dilapangan hijau.

Berkat kemampuan yang dimilikinya, Ramdani bisa mendapatkan bayaran sangat mahal yakni sekitar 3,1 miliar. Prestasi tersebut didapatkannya karena dirinya mempunyai banyak sekali pengalaman bermain dengan klub – klub hebat. Selain itu, dirinya juga pernah membela tim Malaysia bernama pahang FA. Kemudian kini menjadi pemain Bhayangkara FC dan bermain sebagai sayap.

3. Andy Setyo

Generasi mudah Indonesia memang sangat berbakat di dunia sepak bola. Misalnya saja Andy Setyo yang masih berusia 22 tahun, namun bisa menjadi pemain terbaik timnas Indonesia. Melalui kemampuannya tersebut, dirinya dapat mendapatkan bayaran sekitar 3,5 miliar dan menjadi pemain paling mahal.

Dengan kemampuan bermain sepak bolanya tersebut, dirinya mampu mengikuti pertandingan sebanyak 16 kali bersama timnas U-22. Selain itu, dirinya juga terus berusaha berlatih sampai akhirnya bisa bermain dengan para timnas senior walaupun sekali. Dari situ dapat dilihat bahwa Andy Setyo merupakan pemain bola kebanggan bangsa Indonesia.

4. Nadeo Argawinata

Menjadi seorang penjaga gawang memang dibutuhkan kemampuan yang bagus dan juga reflek cepat. Kekuatan tersebut kini tersemat di dalam diri Nadeo yang dijuluki sebagai pemain muda berbakat kebanggan Indonesia. Nadeo merupakan kiper timnas U-22 yang sangat handal dan pada ajang SEA Games 2019, dirinya mampu melindungi gawang Indonesia.

Prestasi bermain bola tersebut menjadikannya sebagai salah satu pemain muda berbakat dengan bayaran termahal yakni 3,9 miliar. Nadeo kini menjadi aset bagi timnas dan dirinya juga sudah mengikuti pertandingan sebanyak 5 kali. Berkat kemampuan tersebut, dirinya akan mempunyai peluang untuk bisa bermain dengan para timnas senior.

5. Osvaldo Haay

Umur dari Osvaldo Haay sendiri masuk tergolong sangat muda yakni sekitar 22 tahun. Usia mudanya tersebut ternyata menjadikannya terus berlatih dan bermain sepak bola secara profesional. Bahkan, dirinya juga sudah menjadi bagian timnas Indonesia U-22 dan mendapatkan bayaran mahal yakni 4,7 miliar.

Osvaldo Haay merupakan striker handal kebanggan bangsa Indonesia dengan segala prestasi yang diperolehnya. Tidak hanya itu, dirinya juga berhasil masuk ke dalam timnas senior dan bermain bersama selama 5 pertandingan.

Itulah tadi beberapa ulasan tentang pemain sepak bola muda terbaik yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Sebagai rakyat Indonesia tentunya sangat bangga sekali melihat para generasi muda menampakkan preastanya. Oleh karena itu, tetap kembangkan bakat di dalam diri dan jadikan kebanggan bangsa Indonesia.

 

Daftar Nama-Nama Pelatih Inter Milan dari Masa ke Masa

Pelatih Inter Milan

Klub sepak bola Internazionale Milano merupakan klub profesional yang berasal dari negara Italia. Jika di luar negara Italia, masyarakat lebih mengenal klub tersebut dengan nama Inter Milan. Selain itu, klub sepak bola ini sudah banyak meraih kesuksesan dengan mendapatkan lima gelar dalam kurun waktu 5 tahun. Namun pencapaian tersebut tidak lepas dari seorang pelatih Inter Milan.

Perlu diketahui bahwa klub sepak bola ini didirikan pada tanggal 9 Maret 1908. Berdirinya klub ini berasal dari perpecahan antara dua klub sepak bola yaitu Klub Kriket dan Sepak Bola Milan. Selain itu, pelatih klub Inter Milan tentu berbeda-beda dari masa ke masa. Lantas siapa saja nama pelatih Inter Milan ? Berikut adalah paparan lengkap mengenai nama-nama pelatih klub sepak bola Inter Milan.

1. Virgilio Fossati

Virgilio Fossati adalah pelatih pertama untuk klub sepak bola Inter Milan yang tentunya berasal dari Italia. Beliau menjadi pelatih pada tahun 1909 hingga tahun 1915, memang tidak terlalu lama. Akan tetapi selama Virgilio yang menjadi pelatih, klub sepak bola ini mendapat trofi 1 Serie A. Selain itu, beliau juga pernah menjabat sebagai seorang kapten. Namun saat sekarang ini beliau sudah meninggal pada tahun 1918.

2. Bob Spottiswood

Bob Spottiswood lahir pada tanggal 20 Januari 1884 dan menjadi seorang pelatih pada tahun 1922 hingga 1924. Tinggi dari seorang pelatih ini kurang lebih 1,75 meter, memang lumayan tinggi. Sebelum menjadi pelatih, beliau pernah menjadi pemain sepak bola Inggris dan memiliki posisi sebagai bek. Beliau meninggal pada tahun 1966 namun masih tetap dikenang.

3. Arpad Weisz

Pelatih yang berasal dari negara Hungaria ini lahir pada tanggal 16 April 1896 dan meninggal pada tanggal 31 Januari 1944. Sebelumnya juga beliau pernah menjadi pemain sepak bola dan memiliki posisi sebagai gelandang. Selain itu, beliau menjadi pelatih dari tahun 1929 hingga 1931 dan pernah mendapat profit. Profit yang diraih sama dengan Virgilio Fossati yaitu 1 serie A.

4. Giuseppe Peruchetti

Tahun 1940, klub sepak bola Inter Milan mengganti pelatih yang bernama Giuseppe Peruchetti. Beliau lahir pada tanggal 30 Oktober 1907 dan meninggal pada tanggal 21 Mei 1995. Sebelum menjadi pelatih Inter Milan, Giuseppe pernah bermain di klub sepak bola dan memiliki posisi sebagai penjaga gawang. Memang cocok di posisi tersebut karena memiliki tinggi 1,82 meter.

5. Alfredo Foni

Alfredo Foni adalah pelatih yang lahir pada tanggal 20 Januari 1911 dan meninggal di umur 74 tahun. Seorang Alfredo Foni terkenal sebagai pemain sepak bola Italia pada tahun 1930-an sebelum menjadi seorang pelatih. Posisi yang dimiliki Alfredo Foni saat menjadi pemain sepak bola yaitu bek. Dan beralih menjadi pelatih di tahun 1951 hingga 1955 dan mendapat profit 2 Serie A.

6. Jose Mourinho

Meskipun menjabat sebagai pelatih untuk Inter Milan hanya dua tahun saja, namun banyak profit yang diraih. Profit yang diraih antara lain 2 Serie A, 1 Coppa Italia, 1 Supercoppa  Italiana, dan 1 Champions League. Jose Mourinho adalah pelatih berasal dari Portugal dan menjadi pelatih di tahun 2008 hingga 2010.

7. Antonio Conte

Antonio Conte adalah pelatih klub sepak bola Inter Milan dari tahun 2019 sampai sekarang. Beliau lahir pada tanggal 31 Juli 1969 di Lecce dan pernah juga menjadi pemain sepak bola di U.S. Lecce dan Juventus. Posisi yang dimiliki pada saat bermain sepak bola adalah gelandang. Selain itu, Antonio memiliki seorang anak bernama Vittoria Conte.

Itulah paparan mengenai daftar nama pelatih untuk klub sepak bola Inter Milan dari masa ke masa. Bahkan sudah banyak pelatih dari klub sepak bola ini yang sudah meninggal dunia. Selain itu, para pelatih pun sebelumnya pernah menjadi pemain sepak bola dan menempati posisi yang berbeda. Dan kebanyakan pelatih dari klub ini yang berasal dari Italia.

 

Daftar Pemain Cidera Liverpool Terbaru Tahun 2021

Daftar Pemain Cidera Liverpool Terbaru

Akhir-akhir ini beredar rumor yang cukup mengguncangkan di dunia persepakbolaan dunia. Pasalnya, salah satu klub raksasa Inggris yakni Liverpool sedang diterjang bencana. Bencana yang dimaksud adalah terdapat beberapa andalan skuad Jurgen Klopp masuk dalam daftar pemain cidera Liverpool terbaru tahun 2020-2021. Diantara pemain yang cidera tersebut adalah:

1. Virgil van Dijk

Salah satu andalan Liverpool yang absen dalam pertandingan akhir tahun 2020 adalah Virgil van Dijk. Pemain bernomor punggung 4 ini harus absen pada beberapa pertandingan karena mengalami cidera saat berbenturan dengan Kiper Everton Jordan Pickford. Kejadian tanggal 17 Oktober  tersebut menyebabkan van Dijk harus menjalani operasi karena cidera ligamen anterior.

Meskipun awal bulan Desember 2020 van Dijk sudah mulai berlatih, namun pemain asal Belanda tersebut masih harus absen dahulu. Pasalnya, kondisinya belum terlihat begitu baik. Masuknya van Dijk dalam daftar pemain cidera Liverpool terbaru 2021, membuka sebuah peluang baru. Utamanya bagi klub lawan skuad Jurgen Klopp dalam ajang Liga Inggris.

2. Joe Gomez

Joe Gomez yang merupakan salah satu pemain andalan Liverpool juga harus absen dalam beberapa pertandingan Liga Inggris mendatang. Bek andalan The Reds masuk dalam daftar pemain cidera Liverpool terbaru karena cidera lutut yang dialaminya. Cidera ini terjadi tepatnya pada tanggal 11 November 2020, tepatnya saat berlatih dengan Timnas Inggris.

Sebenarnya cidera lutut yang dialaminya saat ini bukanlah cidera pertama. Pasalnya, beberapa tahun sebelumnya pemain berusia 23 tahun ini juga pernah mengalami cidera pada bagian engkel hingga harus menjalani operasi. Cidera yang dialami Joe Gomez ini menjadi salah satu penyebab krisis dalam skuad Jurgen Klopp.

3. Alex Oxlade Chamberlain

Krisis cidera yang menghantam Liverpool semakin diperparah saat gelandang andalannya yakni James Milner mengalami masalah pada hamstring. Kasus Milner menambah panjang daftar pemain cidera Liverpool terbaru. Cidera yang dialami Milner saat bertanding melawan Brighton & Hove membuat pemain berusia 34 tahun ini harus keluar lapangan.

Pemain serbaguna andalan Liverpool ini diperkirakan harus absen dalam beberapa pekan untuk memperkuat skuad Jurgen Klopp. Akibat cidera yang dialami James Milner sempat membuat kondisi klub Liverpool menjadi memanas. Hal ini karena kedua pelatih The Reds yakni Jurgen Klopp dan Chris Wilder saling bersitegang.

4. Thiago Alcantara

Berikutnya pemain yang masuk dalam daftar panjang krisis cidera Liverpool adalah Thiago Alcantara. Pemain berusia 29 tahun ini menjadi salah satu gelandang andalan The Reds yang mengalami cidera. Cidera lutut yang dialaminya terjadi saat memasuki pekan ketujuh, tepatnya ketika melawan Everton.

Dalam pertandingan tersebut, Thiago Alcantara berduel dengan pemain asal Brasil bernama Richarlison untuk memperebutkan bola. Naasnya, Thiago Alcantara terjatuh saat terkena tekel dan menyebabkan lututnya cidera. Karena kejadian tersebut, gelandang Liverpool tersebut harus ditarik keluar lapangan dan menjalani perawatan selama beberapa pekan.

5. Alex Oxlade-Chamberlain

Pemain kunci Liverpool Alex Oxlade-Chamberlain juga tumbang karena mengalami cidera dibagian lutut. Kondisi ini membuat klub raksasa Inggris mengalami krisis pemain, utamanya di sektor belakang. Cidera yang dialami Alex Oxlade-Chamberlain terpaksa membuat pemain bernomor punggung 15 tersebut harus absen dalam beberapa pertandingan di Liga Inggris.

Gelandang mantan pemain Arsenal ini harus absen membela klub kesayangannya dan menjalani rehabilitasi selama 59 hari. Kondisi cidera yang dialami Alex Oxlade-Chamberlain tentu sangat merugikan bagi Liverpool. Pasalnya, kondisi ini menciptakan celah bagi para lawannya di laga bergengsi Liga Inggris.

Nah, itulah deretan panjang pemain kunci The Reds yang absen dalam beberapa pertandingan di Liga Inggris 2020. Semoga kabar mengenai daftar pemain cidera Liverpool terbaru tersebut dapat menambah pengetahuan. Utamanya bagi para pendukung setia The Reds.

 

Profil Mohamed Salah si Raja Pesepak Bola Mesir

Profil Mohamed Salah

Mohamed Salah, pesepak bola dari Mesir yang memiliki banyak julukan oleh para fans, salah satunya Messi dari Mesir. Pemain dalam klub Liverpool asal Inggris yang langsung menjadi pemain terbaik di Premier League saat pertama kali debutnya di tahun 2017. Untuk lebih mengenal sang legenda, berikut profil Mohamed Salah raja pesepak bola Mesir!

Masa Kecil Mohamed Salah

Mohamed Saleh yang mempunyai nama lengkap Mohamed Saleh Hamed Mahrous Ghaly merupakan pesepak bola asal Mesir beragama islam. Lahir pada tanggal 15 Juni 1992 di desa kecil yang berjarak 150 km dari Kairo yaitu Nagrig, Ghabria, Mesir.

Mohamed Salah atau akrab dipanggil Mo Salah memang mempunyai hobi bermain sepak bola sejak ia masih kecil. Mo Salah sering bermain bersama temannya di lapangan bola yang tidak jauh dari rumahnya. Mo salah bergabung dengan salah satu klub bola Mesir yang bernama El Mokawloon pada tahun 2006.

Memang terbilang usia yang cukup muda, Mohamed Salah menjadi pesepak bola pada usia 14 tahun. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat dan tekadnya untuk bergabung. Mo Salah yang mengidolakan sang legendaris pesepak bola asal Prancis, Zidane sebagai inspirasi dan motivasi bagi dirinya untuk menjadi pemain sepak bola internasional.

Kisah Cinta Sang Juara

Tak hanya masa kecil, kisah cintanya menjadi salah satu profil Mohamed Salah yang banyak ditelusuri oleh para fans. Mohamed Salah menikah dengan Magi Mohamed Sadiq yang merupakan teman satu sekolah di Gharbia, Mesir pada tanggal 17 Desember 2013. Keduanya melaksanakan pernikahan di Nagrig kampung asal Mo Salah.

Magi, sang istri diketahui memiliki profesi sebagai ahli bioteknologi. Penampilannya seperti wanita muslim lainnya, memakai kerudung dan dikenal sebagai sosok yang sederhana. 

Tidak hanya itu, Magi sejak dulu adalah seseorang yang selalu menemani dan mendukung Mo Salah dalam merintis karirnya. Pernikahan Mohamed Salah dan Magi yang sudah berjalan hampir 8 tahun ini dikaruniai dua orang putri cantik bernama Makka dan Kayan.

Perjalan Singkat Karir Mohamed Salah

Merintis awal karier sebagai pemain junior di El Mokawloon pada tahun 2006, Mohamed Salah dengan kepiawaiannya bermain sepak bola akhirnya dipindahkan pada tahun 2010 ke tim utama sebagai pemain senior.  

Karier yang diawali dengan menjadi seorang bek dan kemudian dijadikan sebagai penyerang karena ketajaman permainannya. Pada tahun 2012, Mohamed Salah bergabung dengan klub Basel, tim sepak bola Swis dan menjadi pemain paling berharga di Swiss Super League 2013 serta meraih penghargaan Swiss Golden Player

Hal tersebut menarik perhatian klub sepak bola Inggris, Chelsea dan merekrut Mo Salah tahun 2014. Pada saat masih bergabung dalam klub Chelsea, Mo Salah sempat dipinjamkan ke klub Fiorentina dan AS Roma.

Saat berada klub AS Roma, Mohamed Salah dinobatkan sebagai Roma Player of the Season (2015-2016) dan pada akhirnya dibeli oleh klub tersebut. Karena ketangkasan dan kehebatan Mo salah dalam bermain, karirnya semakin merebak. 

Pada tahun 2017 direkrut oleh salah satu klub Inggris, Liverpool. Mo Salah pun memikat para fans Liverpool dengan performanya di Premier League ( 2017-218), menyandang penghargaan sebagai pemain terbaik musim.

Tidak hanya mengharumkan nama klub saja, Mohamed Salah juga berperan penting dalam Tim Nasional Mesir. Ikut dalam Timnas Mesir dalam pertandingan Africa U-20 Cup of Nations dan memenangkan perunggu dan membantu Mesir lolos dalam FIFA World Cup 2018. Itulah Profil Mohamed Salah, The Egyptian King!

 

8 Stadion Terbesar Di Eropa, Saksi Bisu Kejuaran Dunia

stadion terbesar di eropa

Prestasi di bidang olahraga didukung oleh fasilitas yang disediakan pemerintah, salah satunya stadion yang besar dan bagus. Ini mampu meningkatkan rasa percaya diri dan semangat para atlet dan pendukungnya. Banyaknya klub olahraga berprestasi dari Eropa membuat stadionnya turut menjadi bahan perbincangan. Berikut delapan stadion terbesar di Eropa berdasarkan kapasitas penonton.    

1. Camp Nou 

Stadion berukuran 105 meter x 68 meter ini menjadi stadion terbesar di Eropa dengan kapasitas 99.354 penonton. Dibuka pada tahun 1957, stadion ini merupakan markas FC Barcelona. Camp Nou merupakan tempat diadakannya banyak pertandingan internasional, seperti Liga Champions, Piala Eropa, Piala Dunia, dan turnamen sepak bola pada Olimpiade 1992.     

2. Wembley Stadium 

Dengan kapasitas 90.000 penonton, Wembley Stadium menempati urutan kedua dari daftar stadion terbesar di Eropa. Sempat mengalami rekonstruksi pada 2000, Wembley akhirnya dibuka lagi pada Maret 2007 dan menjadi tuan rumah Final Piala FA 2007. 

Wembley merupakan tempat perhelatan banyak pertandingan sepak bola, seperti Final Sepak Bola Olimpiade 2012 dan Final Liga Champions 2011. Selain itu, ada banyak konser yang diadakan di stadion besar ini, seperti Konser Live Aid dan Konser untuk Lady Diana. 

3. Croke Park

Mengambil nama dari Uskup Agung Thomas Croke, stadion ini sering disebut Croker oleh penduduk sekitar. Markas Gaelic Athletic Association sejak tahun 1891 ini dibuka sejak 1884, sempat direnovasi pada 2004, dan dibuka lagi pada 2005. 

Stadion bertingkat 3 ini pernah menjadi tempat pelaksanaan final National Hurling League dan National Football League. Croker juga merupakan saksi bisu upacara pembukaan dan penutupan 2003 Special Olympics World Summer Games. Upacara penyambutan kunjungan dari Paus Fransiskus pada tahun 2018 pun dilaksanakan di stadion berkapasitas 82.300 penonton ini.  

4. Twickenham Stadium

Terletak di barat daya London, Inggris, stadion ini memiliki kapasitas 82.000 penonton ragbi dan 75.000 penonton sepak bola. Markas Rugby Football Union ini menjadi tempat Piala Dunia Ragbi 1991, 1999, dan 2005. Stadion ini juga menghadirkan World Rugby Museum yang menceritakan sejarahnya dan memamerkan banyak pajangan terkait ragbi.    

5. Westfalenstadion 

Dikenal dengan nama Signal Iduna Park, stadion berkapasitas 81.365 penonton ini merupakan stadion terbesar di Jerman. Markas Borussia Dortmund ini terkenal dengan keseruan penontonnya yang senang merayakan kemenangan dengan pesta kembang api. Dibuka sejak 1974, stadion ini telah menjadi tempat Piala Dunia 1974 dan 2006 dan Piala UEFA 2001.  

6. Santiago Bernabéu Stadium

Markas dari Real Madrid C.F. ini dibuka sejak tahun 1974 dengan kapasitas 81.044 penonton. Berada di ibu kota Madrid, Spanyol, stadion ini juga menjadi tempat pelaksanaan berbagai pertandingan utama.

Final Piala Eropa 1964, Piala Dunia 1982, dan Piala Liga Champions 1957, 1969, 1980, dan 2010 diselenggarakan di stadion ini. Stadion yang juga menjadi tempat pertandingan Final Copa Libertadores 2018 ini sedang direnovasi dan diharapkan bisa digunakan kembali pada 2022.  

7. Stade de France

Stadion nasional milik Tim Sepak Bola dan Ragbi Prancis ini dibuka Januari 1998 dengan kapasitas 80.698 penonton. Stadion ini sudah menjadi tempat dihelatnya berbagai kompetisi sepak bola dan ragbi internasional. Piala Dunia 1998, Piala Ragbi 2007, Final Piala Liga Champions 2003 dan 2006, dan Piala Eropa 2016 adalah contohnya.  

8. Stadio Giuseppe Meazza 

Dibuka pada 1926, San Siro merupakan tempat dihelatnya Piala Dunia 1990 dan Piala Liga Champions 1965, 1970, 2001, dan 2016. Maret 1980, nama San Siro diubah menjadi Giuseppe Meazza, menghormati legenda yang pernah membela A.C. Milan dan Inter Milan.

Dibangun sesuai gagasan mantan presiden A.C. Milan, Piero Pirelli tahun 1925, stadion ini berkapasitas 78.275 penonton. Stadion ini menjadi kandang A.C. Milan dan Inter Milan. Selain berbagai kejuaraan olahraga, stadion ini juga pernah menjadi tempat diselenggarakannya beberapa konser, seperti Konser U2 dan Konser Michael Jackson.

Demikian daftar delapan stadion terbesar di Eropa yang pernah menjadi saksi bisu dari berbagai kejuaraan dunia. Semoga usai pandemi, akan semakin banyak kejuaraan dunia yang diselenggarakan di stadion-stadion besar ini. Semoga semesta juga memberikan kita waktu dan kesempatan untuk bisa menonton berbagai kejuaraan dunia di stadion-stadion besar nan megah ini.

Profil Syahrian Abimanyu, Gelandang Tim Nasional Indonesia U-19

Profil Syahrian Abimanyu

Nama Syahrian Abimanyu semakin terkenal semenjak membela tim nasional Indonesia U-19. Bahkan terlihat jelas di dalam profil Syahrian Abimanyu. Disana terlihat perjalanan karirnya yang berawal dari karir junior sampai dengan karir senior. Hal ini juga tidak terlepas dari kerja keras yang dilakukan dirinya selama ini.

Bukan hanya itu saja tentunya pemain ini juga pernah bermain untuk beberapa klub baik klub lokal maupun klub internasional. Jangan heran walaupun umurnya masih muda pastinya karir yang dimilikinya sudah menjulang tinggi. Kalau mau tahu seperti apa profil dari pemain satu ini maka bisa langsung simak saja. Bagaimana? Penasaran?

Perjalanan Karirnya

Namanya adalah Syahrian Abimanyu, pemain yang satu ini lahir di Banjarnegara tepatnya di Jawa Tengah. Profil Syahrian Abimanyu lahir pada 25 April 1999, saat ini berusia sekitar 21 tahun sekarang berperan menjadi seorang gelandang. Perjalanan karirnya dimulai dengan karir juniornya saat itu bergabung ke beberapa klub.

Kemudian pertama kali bergabung ke SSB Mandiri Jaya Bogor. Lalu setelah di SSB Mandiri Jaya Bogor, kemudian pindah ke Jakarta Football Academy. Selanjutnya sempat bergabung ke klub Levante B pada tahun 2016-2017. Dan Syahrian Abimanyu mulai mengawali karir senior dengan bergabung di Persija Jakarta pada tahun 2017.

Lalu pindah ke Sriwijaya FC pada musim 2017-2018. Dan pindah ke Madura United pada tahun 2018 silam. Kemudian pernah membela tim nasional Indonesia waktu itu pada tahun 2011-2013 di tim nasional Indonesia U-13. Selanjutnya pindah ke tim nasional Indonesia U-17  pada musim 2013-2014. Dan terakhir tahun 2016 masuk ke tim nasional Indonesia U-19 dengan 7 kali tampil.

Bahkan baru-baru ini Syahrian Abimanyu telah dibeli oleh klub ternama asal negara Malaysia yang bernama Johor Darul Ta’zim. Hal ini bisa terlihat langsung pada 23 Desember 2020 yang saat itu Syahrian Abimanyu merupakan pemain transfer asal Madura United. Pemain ini lahir di daerah Purworejo Klampok.

Kisah Karir Syahrian Abimanyu

Saat itu, Syahrian Abimanyu memberanikan diri untuk datang ke Bogor demi masuk ke Sekolah Sepak Bola Mandiri Jaya Bogor. Waktu itu usianya masih muda yaitu sekitar 11 tahun. Kemudian setelah itu pindah ke Jakarta Football Academy saat itu usianya sudah 16 tahun. Sebelum bergabung ke sana, dirinya hampir bergabung ke Akademi Manchester City.

Lalu pada tahun 2016, dirinya pernah menimba ilmu tepatnya di Royal European Football Academy tepatnya di Valencia. Tak lama setelah itu, maka Syahrian Abimanyu terpilih menjadi bagian dari Levante U-19. Kemudian pada tahun 2017 tepatnya bulan Oktober maka Syahrian Abimanyu mulai masuk ke Persija Jakarta.

Saat itu sempat bermain di Liga 1, mewakili klub Persija Jakarta. Tetapi saat berada disana, Syahrian Abimanyu jarang bermain disana. Kemudian pada tahun 2018 kemudian pindah ke Sriwijaya Fc saat itu bertanding di kompetisi Liga 1. Syahrian Abimanyu sempat juga bermain di Laskar Wong Kito dengan 8 kali pertandingan saja.

Lalu sempat juga bermain di Madura United, saat itu dirinya sedang mengikuti kompetisi Liga 1 di tahun 2019. Kali itu dirinya bermain bersama Laskar Sapeh Kerrab, dan dirinya sempat mendapatkan kesempatan bermain disana. Saat itu ayahnya yang bernama Rasimin merupakan pelatih dari klub yang bernama Madura United tersebut.

Kehadiran Syahrian Abimanyu memang memberikan dampak positif bagi suatu klub. Apalagi kalau mau tahu perjalanan karirnya bisa lihat saja di profil Syahrian Abimanyu. Bukan hanya itu saja, pemain ini juga memiliki kemampuan yang luar biasa. Bahkan gaya bermainnya saja mirip seperti gaya bermain Evan Dimas. 

Daftar Pemain Persebaya Terbaik dan Menjadi Kebanggaan Bangsa Indonesia

Daftar Pemain Persebaya

Surabaya merupakan kota yang sangat indah dan masyarakatnya juga sangat disiplin dalam menjaga kebersihan kotanya. Selain itu, juga terdapat satu tim sepak bola bernama Persebaya Surabaya yang juga menjadi salah satu tim kebanggan bangsa Indonesia. Namun, tahukah siapa saja pemain terbaiknya? Berikut daftar pemain Persebaya terbaik dan menjadi kebanggan Indonesia.

1. Evan Dimas

Evan Dimas termasuk ke dalam daftar pemain Persebaya Surabaya yang mempunya talenta bermain bola luar biasa. Memang benar, Evan Dimas pada waktu kecil dilahirkan dikeluarga yang sangat sederhana dalam masalah ekonomi, namun semangatnya sangat besar. 

Semangatnya dalam bermain bola itulah yang mampu merubah kehidupannya bisa seperti saat ini. Bakat yang tertanam di dalam diri Evan Dimas memang sudah muncul saat dirinya masih berumur 9 tahun. 

Hal itu terbukti karena dirinya memutuskan untuk berlatih bersama teman – temannya di SSB Surabaya. Waktu semakin berlalu, dan perjuangannya terus melaju sampai suatu ketika dirinya berhasil lolos seleksi masuk di Timnas Indonesia.

2. Andik Vermansah

Andik Vermansah memang salah satu pemain bola Persebaya dengan bakat yang luar biasa. Latar belakang keluarga Andik memang sangatlah terbatas dalam sisi perekonomian. Bahkan, dirinya juga pernah menjual dagangan es keliling di sekitar stadion sepak bola. 

Namun, takdir berkata lain karena dengan semangatnya bermain bola, dirinya berhasil menjadi pemain di persebaya. Pada masa kecilnya, Andik memutuskan untuk mengikuti latihan bersama teman – teman di SSB Suryanaga. 

Masuknya Andik di SSB Suryanaga tersebut karena ada pihak yang mengetahui akan kemampuannya tersebut. Dari situlah, Andik diperbolehkan mengikuti pelatihan sepak bola secara gratis dan pada akhirnya dirinya berhasil menjadi bintang timnas Indonesia.

3. Mochammad Supriadi

Pada masa kecilnya Mochammad Supriadi memang sudah menyukai dunia sepak bola dan bakat alamiahnya sudah perlahan tumbuh pada saat itu. Disisi lain, dirinya terlahir dari keluarga yang sangat sederhana sehingga keadaan pernah menghambatnya dalam bermain sepak bola. Namun, sang bunda tetap memberikan dukungan sehingga dirinya berhasil menjadi bintang sepak bola.

Lantaran doa ibunda tersebutlah yang menjadikan semangat Supriadi semakin berkobar dalam bermain sepak bola. Dari perjuangannya tersebut sampai menjadikan dirinya berhasil memasuki tim SSB Rungkut FC pada usia ke 18 tahunnya. Tentu saja tim tersebut adalah tim internal yang dimiliki Persebaya Surabaya dan dirinya berlatih keras di tempat tersebut.

4. Hansamu Yama Pranata

Persebaya Surabaya merupakan salah satu tim dengan pendukungnya yang sangat antusias dan banyak sekali. Begitu juga Hansamu Yama Pranata yang waktu itu masih kecil sudah menyukai tim Persebaya. 

Hansamu kecil terus berlatih bermain sepak bola dengan keras, hingga pada akhirnya dirinya sekarang menjadi bagian dari tim kesayangannya tersebut. Namun, perjuangan dari Hansamu tidaklah sampai disitu saja karena dirinya bercita – cita untuk bisa membela timnas Indonesia. 

Hansamu terus melatih kemampuan bermain dan skill dalam mengontrol bola sehingga dirinya berhasil masuk di timnas Indonesia. Dari sinilah, Hansamu mulai menguji kemampuannya terbaiknya melawan pemain dari negara lain.

5. Rachmat Irianto

Terkadang bakat dari orang tua bisa diwariskan ke dalam diri anaknya. Hal ini sudah terjadi di dalam diri Rachman Irianto yang mewarisi bakat bermain sepak bola dari sang ayah “Bejo Sugiantoro”. Kemampuan bermain bola Rachmat ini diasah oleh sang ayah sehingga dirinya dapat menguasai berbagai macam skil dan menjadikannya sangat kuat.

Latihan yang dilakukannya tersebut ternyata membuahkan hasil dan dibuktikan dengan masuknya dirinya di tim Persebaya Surabaya pada usia 17 tahun. Kemudian Rachmat melanjutkan perjuangannya bermain bola bersama timnas Indonesia.

Demikianlah penjelasan tentang daftar pemain Persebaya Surabaya yang menjadi kebanggan bangsa Indonesia di dunia sepak bola. Kesuksesan tersebut dapat mereka dapatkan karena berlatih dengan kesungguhan hati dan konsisten.

Profil Saddil Ramdani, Pemain Sayap Asal Pahang FA

Profil Saddil Ramdani

Nama Saddil Ramdani memang semakin terkenal saja sejak membela tim nasional Indonesia saat itu. Bahkan terlihat di profil Saddil Ramdani yang selalu menjadi pemain andalan sehingga tak heran banyak sekali beberapa klub yang menginginkan dirinya. Pemain ini merupakan pemain yang lahir di Raha tepatnya di daerah Sulawesi Tenggara.

Jangan heran dengan kualitas dari Saddil Ramdani, tentunya bisa dilihat saat pemain ini sedang bertanding. Pastinya pemain ini memang sudah memiliki kemampuan yang profesional bahkan kalau mau tahu coba buktikan saja. Bahkan Saddil juga sudah memiliki pengalaman yang matang di dunia sepakbola. Bagaimana? Penasaran?

Perjalanan Karirnya

Saddil Ramdani merupakan pemain yang lahir di Raha tepatnya di Kota Sulawesi Tenggara ini berperan menjadi seorang gelandang. Bahkan terlihat jelas di profil Saddil Ramdani memang memiliki tinggi sekitar 1,70 meter atau kalau diperkirakan sekitar 5,7 inci saja. Jangan heran pemain ini sering berperan menjadi gelandang atau pemain sayap.

Pertama kali mengawali karir juniornya dengan bergabung ke klub bernama ASYIFA pada tahun 2014. Kemudian pada tahun 2019 memulai karir seniornya dengan bergabung ke Persela Lamongan dengan 1 gol dan 18 kali pertandingan. Bukan hanya itu saja, dirinya baru bergabung ke Pahang FA sejak musim 2019 dengan 1 gol dari 2 kali penampilan yang ada.

Jangan salah selain itu pernah bergabung ke tim nasional Indonesia U17 pada musim 2013. Setelah itu tahun 2016 mulai masuk ke tim nasional Indonesia U-19 dengan 5 gol dan 6 kali tampil. Lalu pada tahun 2017 masuk ke tim nasional Indonesia U-23 dengan 3 gol dan 5 kali pertandingan. Dan terakhir bergabung ke tim nasional Indonesia senior dengan 2 kali tampil saja.

Saddil Ramdani memang terkenal dengan bakat yang unik bahkan lihat saja pada saat Saddil memainkan aksinya di pertandingan. Mulai dari kecepatannya pada saat berlari bahkan sampai pemain ini mengontrol bola tentunya sudah ada pada dirinya. Jadi jangan heran kalau melihat Saddil sedang bertanding pastinya banyak klub yang tertarik padanya.

Kisah Karirnya

Pada akhirnya pelatih tim nasional Indonesia U-19 yang bernama Eduard Tjong mulai tertarik dengan bakat alami dari Saddil Ramdani. Kemudian perlu diketahui Saddil Ramdani tidak pernah mengikuti sekolah sepakbola berbeda dari pemain lainnya. Bahkan talenta ini tidak perlu dipelajari bahkan terlihat jelas sejak Saddil masih kecil.

Saddil baru mengikuti sekolah sepakbola sejak bergabung ke ASIFA atau Aji Santoso Football Academy yang berlokasi di Malang. Dari ASIFA, maka Saddil mulai belajar dalam meningkat kemampuannya di dunia sepakbola. Pemain ini juga pernah menempuh pendidikan di SD Negeri 1 Napabalano, kemudian pindah ke SMP Negeri 9 Kendari.

Setelah itu pindah ke SMA Negeri 4 Kendari lalu pindah ke SMA Negeri 7 Malang. Pertama kali bergabung ke Persela Lamongan pada tahun 2016. Saat itu Saddil berhasil mencetak gol pertama kalinya pada menit ke-90 saat itu sedang melawan Bali United. Selain itu dirinya juga pernah bergabung di klub internasional.

Saat itu Saddil Ramdani sedang melawan tim nasional Myanmar dan sedang mewakili tim nasional Indonesia pada 21 Maret 2017 silam. Lalu saat bergabung di tim nasional Indonesia U-23, pemain ini selalu menjadi andalan. Waktu itu pelatih dari tim nasional Indonesia U-23 adalah Luis Milla. Bersama Egy Maulana maka Saddil selalu menjadi rekan pada pos kiri.

Kehadiran Saddil Ramdani memang selalu memberikan penampilan yang terbaik. Tak heran kalau pengalamannya terlihat jelas di profil Saddil Ramdani. Bahkan karena kemampuannya yang alami maka Saddil terpilih menjadi pemain di Pahang FA. Hal ini karena kerja keras yang dilakukan selama ini jadi tidak ada yang instan.